Sistem Koloid #1

Berdasarkan ukuran partikelnya, sistem dispersi dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu larutan, koloid, dan suspensi. Secara sepintas, perbedaan antara suspensi kasar dengan larutan (sering disebut larutan sejati) akan tampak jelas dari homogenitasnya tetapi antara larutan dengan koloid atau antara koloid dengan suspensi kasar akan sulit dibedakan.

koloid

Gambar 1.1 Perbedaan larutan, koloid dan suspensi

  1. Larutan

Larutan merupakan sistem dispersi yang ukuran partikel-partikelnya sangat kecil sehingga tidak dapat dibedakan antara partikel pendispersi dan partikel terdispersi walaupun menggunakan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi (mikroskop ultra).

  1. Koloid

Pada umunya, koloid mempunyai ukuran partikel antara 1 nm sampai dengan 100 nm. Beberapa koloid tampak jelas secara fisik misalnya santan, susu dan lem tetapi beberapa kolid sepintas tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer dan agar-agar yang masih cair. Oleh karena ukuran partikelnya relatif kecil, sistem koloid tidak dapat diamati dengan mata tetapi dapat diamati dengan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi (mikroskop ultra).

  1. Suspensi

Suspensi merupakan sistem dispersi dimana partikel yang ukurannya relatif besar tersebar merata di dalam medium pendispersinya.Pada umunya, sistem dispersi merupakan campuran yang heterogen.Sebagai contoh adalah endapan hasil reaksi atau pasir yang dicampur dengan air.Dalam sistem dispersi tersebut, partikel-partikel terdispersi dapat diamati dengan mikroskop dan bahkan dengan mata.

 

Tabel 1.1 Perbedaan umum distem dispersi larutan, koloid dan suspensi

Perbedaaan

Larutan

Koloid

Suspensi

Ukuran partikel

<100 nm

1-100 nm

>100 nm

Penampilan fisik

Jernih, partikel terdispersi tidak dapat diamati dengan mikroskop ultra

Keruh-jernih, partikel terdispersi hanya dapat diamati dengan mikroskop ultra

Keruh, partikel terdispersi dapat langsung diamati dengan mata

Kestabilan (jika didiamkan)

Tidak terpisah (sangat stabil)

Sukar terpisah (relatif stabil)

Mudah terpisah (mengendap)

Cara pemisahan

Tidak dapat disaring

Tidak dapat disaring

Filtrasi (penyaringan)

Sistem dispersi koloid dapat terbentuk dari dispersi zat pada, cair atau gas ke dalam medium pendispersi dalam fase padat, cair atau gas. Gas yang terdispersi dalam gas tidak akan menghasilkan koloid. Sistem koloid diberi nama berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersinya misalnya koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair disebut emulsi.

 

Tabel 1.2 Beberapa jenis koloid

Fase pendispersi

Medium pendispersi

Jenis (nama) koloid

Contoh

Padat

Padat

Sol padat

Mutiara, kaca warna

Cair

Padat

Emulsi padat

Keju. Mentega

Gas

Padat

Buih padat

Batu apung

Padat

Cair

Sol

Cat, jelly

Cair

Cair

Emulsi

Susu, mayones, santan

Gas

Cair

Buih

Krim, pasta

Padat

Gas

Aerosol padat

Debu, asap

Cair

Gas

Aerosol cair

Awan, kabut

Referensi

Purba, Michael. 2004. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

Purba, Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

Sudarmo, Unggul. 2014. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

 

Penulis: Wulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *