Sistem Koloid #3 (Pembuatan Koloid)

Ukuran koloid terletak antara partikel larutan sejati dan partikel suspensi. Oleh karena itu, partikel dapat dibuat dengan pengelompokan partikel larutan sejati atau menghaluskan bahan dalam bentuk kasar kemudian didispersikan ke dalam medium dispersi.

Ada dua dasar metode pembuatan koloid sol, yaitu metode kondensasi dan metode dispersi.
a. Cara Kondensasi
Dengan cara kondensasi partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat dilakukan melalui reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dan pertukaran ion, atau dengan pergantian pelarut.
1. Reaksi hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.
Pembuatan sol  Fe(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam FeCl3  dalam air mendidih
FeCl3(aq)    +     3H2O(aq)      →Fe(OH)3 (koloid)   +   3HCl(aq)
Sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya menggunakan pereduksi organik formaldehida (HCHO)
2AuCl3(aq)+ 3HCHO(aq)+3H2O(l)→2Au(koloid) + 6HCl(aq)+3HCOOH(aq)

2. Reaksi redoks
Reaksi Redoks merupakan reaksi pembentukan partikel koloid melalui mekanisme perubahan bilangan oksidasi.
Pembutan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida dengan belerang dioksida, yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2
2H2S(g) + SO2(aq) →  2 H2O(l)  + 3S (Koloid)

3. Pertukaran ion / Dekomposisi rangkap
Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan larutan H2S.
2H3AsO3(aq)   +     3H2S(aq)    →    As2S3(Koloid)    +  6H2O(l)
Sol AgCl dapat dibuat dengan mencampurkan larutan perak nitrat encer dengan larutan HCl encer
AgNO3(aq) + HCl(aq) → AgCl(koloid) + HNO3(aq)

4. Penggantian pelarut
Belerang sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol. Jadi, untuk membuat sol belerang dengan medium pendispersi air, belerang dilarutkan terlebih dahulu dalam etanol sampai jenuh. Setelah larut, larutan belerang dalam etanol ini ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Belerang akan menggumpal menjadi partikel koloid akibat penurunan kelarutan belerang dalam air.
(Purba, 2007;295-296)


b. Cara Dispersi
Metode di mana partikel-partikel besar dipecah menjadi partikel-partikel berukuran koloid yang kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya. Caranya dapat berupa cara mekanik maupun peptisasi.

1. Cara Mekanik
Menurut cara ini butir-butir kasar digerus dengan penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi.Alat yang digunakan disebut penggilingan koloid.Alat penggilingan koloid terdiri dari 2 pelat baja dengan arah rotasi berlawanan. Partikel kasar akan dimasukkan ke ruang antara kedua pelat tersebut dan selanjutnya digiling. Partikel berukuran koloid yang terbuntuk kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya untuk membuat sistem koloid
Contoh :Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu inert (seperti gula pasir), kemudian dicampur dengan air.


2. Peptisasi
Cara peptisasi adalah proses dispersinya endapan menjadi sistem koloid dengan penambahan zat pemecah. Zat pemecah yang dimaksud adalah elektrolit, terutama yang mengandung ion sejenis, atau pelarut tertentu. Sebagai contoh: Jika pada endapan Fe(OH)3 ditambahkan elektrolit FeCl3 (mempunyai ion Fe3+ yang sejenis) maka Fe(OH)3  maka Fe(OH)3  akan mengadsorpsi ion-ion Fe3+  tersebut. Sehingga, endapan menjadi bermuatan positif dan memisahkan diri untuk membentuk partikel-partikel koloid.

peptisasi
Gambar 3.1  Proses pembuatan Sol Fe(OH)3 dengan cara Peptisasi


Beberapa contoh lain :      
– Sol NiS dibuat dengan penambahan H2S kedalam endapan NiS
– Sol AgCl dibuat dengan penambahan HCl ke dalam endapan AgCl
– Sol Al(OH)3 dibuat dengan penambahan AlCl3 ke dalam endapan Al(OH)3


3. Homogenisasi
Pembuatan susu kental manis yang bebas kasein dilakukan dengan mencampurkan serbuk susu krim ke dalam air di dalam mesin homogenisasi sehingga partikel-partikel susu berubah menjadi seukuran partikel koloid. Emulsi obat pada pabrik obat dilakukan dengan cara homogenisasi menggunakan mesin homogenisasi.


4. Busur Bredig
Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol logam seperti Ag, Au, dan Pt. Alat yang digunakan dapat disimak pada gambar berikut.

busur bredig
Gambar 3.2  Pembuatan sol logam dengan busur Bredig


Logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel koloid digunakan sebagai elektrode. Dua elektrode logam dicelupkan ke dalam medium pendispersi (air dingin) sedemikian sehingga kedua ujungnya saling berdekatan. Kemudian kedua elektrode diberi loncatan listrik. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap. Uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin. Hasil kondensasi ini berupa partikel-partikel koloid. (Sudarmo, 2014;328)

 

Referensi

Purba, Michael. 2004. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

Purba, Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

Sudarmo, Unggul. 2014. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

 

Penulis: Wulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *