Tutorial Install Android x86 Lollipop di Laptop

Pada postingan sebelumnya telah ada tutorial install emulator Bluestacks untuk dapat menjalankan Android di PC. Seperti yang telah saya sebutkan, ada beberapa cara untuk menjalankan Android di PC. Cara berikutnya ada menginstall Android dualboot dengan Windows. Namun untuk cara ini, saya telah melakukan testing pada beberapa laptop teman saya dan saya menemukan beberapa bug ataupun ketidak kompatibilitas (ataupun karena faktor lain), antara lain Android yang tiba-tiba restart ketika membuka aplikasi tertentu seperti Kamera dll. Namun beberapa hal tersebut tidak terjadi pada laptop saya (Acer Aspire 4750z).

Sebelum saya install Android, di laptop saya telah ada dua system operasi yaitu Windows 10 dan Ubuntu 14.04. Namun setelah installasi Android berhasil, Ubuntu 14.04 tidak terbaca di Grub. Jadi yang terbaca hanya ada Android dan Windows. Sehingga untuk teman-teman yang masih menggunakan Linux versi apapun saya sarankan untuk tidak menginstall Android x86, jika memang ingin mencoba saya sarankan gunakan virtual box atau emulator.

Untuk teman-teman yang belum pernah menginstall sistem operasi sendiri, khususnya Linux saya sarankankan untuk didampingi orang yang telah ahli agar tidak terjadi masalah. Jika terjadi masalah, misalnya partisi yang tidak terbaca di Android saya sarankan untuk tidak melanjutkan proses installasi Android. Tutorial ini dibuat di laptop dengan Basic MBR disk (bukan GPT disk) yang tidak ada masalah dengan sisa GPT bekas installasi sistem operasi lain.

Sebelumnya saya mohon maaf jika gambarnya kurang jelas, karena gambar-gambar pada tutorial ini saya ambil menggunakan kamera hp (hanya 3 MP). Saya tidak bisa mengambil semua gambar dengan cara Capture Screen karena ini adalah installasi langsung, bukan installasi secara virtual box atau menggunakan QEMU.

Baiklah kita langsung saja mulai install Android x86 versi Lollipop di laptop ataupun PC.

  1. Siapkan laptop/PC yang telah ada Windowsnya, siapkan juga space hardisk untuk memori internal Android yang akan kita install (saya sarankan 4 GB atau 4096 MB).
  2. Buatlah partisi baru (sebesar 4 GB atau 4096 MB). Teman-teman bisa menggunakan caranya masing-masing untuk tahap ini, baik menggunakan Disk Management bawaan Windows atau menggunakan perangkat lunak manajemen partisi seperti AOMEI Partition Assistant, EaseUs Partition Manager, atau yang lain.

Tapi, untuk memperkecil resiko kehilangan data di hardisk saya sarankan cara berikut ini.

  1. Backup data-data penting.
  2. Saya menggunakan AOMEI Partition Assistant. Jika teman-teman belum memilikinya bisa unduh disini.
  3. Lihatlah partisi di hardisk. Jika sudah ada 3 partisi dengan flag Primary Partition, ubah menjadi Logical dengan cara pilih partisi -> klik kanan -> Advanced -> Convert to Logical -> klik Appy. Proses ini digunakan karena Primary Partition memiliki jumlah maksimum untuk partisinya sedangkan Logical tidak.
  4. Buatlah partisi baru dengan Resize Partition lalu atur space partisi baru sebesar 4096 MB.

an1

Setelah ada partisi baru sebesar 4096 MB (Free Space ataupun Unalocated tidak masalah) kita Create Partition dengan format EXT3.

Kenapa EXT3? Kenapa tidak NTFS, FAT32 atau EXT4?

Jika menggunakan NTFS maka kita tidak bisa mengakses folder root. Jika menggunakan FAT32 maka penyimpanannya sementara, semua konfigurasi akan hilang ketika session berakhir. FAT32 biasa digunakan seperti LiveCD. Sedangkan format EXT4 tidak support untuk Android dan juga tidak dapat dibuat di AOMEI Partition Assistant, format ini adalah format standar untuk partisi Linux dan dapat dibuat saat installasi Linux umumnya.

Kenapa format EXT3 dibuat tidak saat installasi Android?

Teman-teman bisa memformat EXT3 pada saat installasi Android, namun jika teman-teman salah memilih partisi maka dapat dipastikan semua data di partisi yang dipilih akan hilang semuanya. Saya sarankan format pada proses ini agar teman-teman bisa jelas membedakan yang mana partisi yang telah disiapkan.

  1. Siapkan flashdisk (untuk media installasi Android, atau bisa juga menggunakan CD/DVD) dan file iso Android x86 Lollipop. Jika belum memilikinya bisa unduh disini.
  2. Buat media installasi Android (DVD atau USB Bootable). Teman-teman bisa menggunakan aplikasi Universal Netboot Installer (Unetbootin), LinuxLive USB Creator (LiLi), Rufus, atau yang lain. Saya menggunakan Unetbootin.

an2

Setelah proses selesai, langsung saja pilih Reboot tanpa mencabut flashdisk/CD bootable-nya.

  1. Atur Boot Priority-nya (Flashdisk/DVD sebelum hardisk) pada BIOS.

an2,5

Jika teman-teman tidak tahu caranya, pada saat PC/laptop pertama kalinya dan muncul merk laptop/PC teman-teman tekan tombol F2, F10, Fn + F2 atau yang lain sesuai dengan tipe laptopnya. Jika tidak tahu tombol apa, silahkan cari di search engine (google, yahoo, bing atau yang lain sesuai selera Anda). Kemudian cari Boot Priority dan atur. Jika flashdisk tidak terdeteksi, silahkan disable Fast Boot. Setelah selesai Save & Exit.

  1. Setelah boot dari flashdisk/DVD, maka akan muncul Grub Unetbootin. Jika teman-teman ingin mencoba dulu Android x86 sebelum menginstallnya, pilih Live CD – Run Android-x86 without installation.

an3

  1. Jika ingin langsung menginstallnya pilih Live CD – Debug mode.

an4

Kenapa Debug mode? Kenapa tidak langsung Installation – Install Android-x86 to hardisk?

Kita pilih Debug mode untuk melihat partisi kita di Android. Di Linux ataupun Android partisi yang terbaca tidak seperti Windows. Di Windows ada Volume Label dan Drive Letter (C, D, E dst), sedangkan di Linux ataupun Android ada sda1, sda2, sda3, sdb, dst. Pada proses installasi Android tidak terbaca ukuran masing-masing partisinya, oleh karena itu kita perlu melihat terlebih dahulu partisi kita dalam Android yang sesuai dengan ukuran yang telah kita buat (4 GB).

Masuk Debug mode, tuliskan “fdisk –l” kemudian enter. Setelah kita tahu partisi kita (sda . . .) lalu tekan Ctrl + Alt + Del untuk Reboot.

an5

  1. Pilih Installation – Install Android-x86 to hardisk

an6

  1. Pilih partisi kita (sda . . .) sesuai dengan ukuran yang telah kita lihat pada Debug mode. Jangan sampai salah memilih partisi.

an7

  1. Setelah itu ada pilihan untuk memformat partisi tadi. Pilih Do not format saja karena partisi kita telah dalam format EXT3. Teman-teman boleh memformatnya jika sangat yakin memilih partisi yang benar.

an20

  1. Kemudian install boot loader Grubnya.

an8

  1. Ketika installer menemukan Windows kita, buat boot itemnya juga.

an9

  1. Install juga Efi Grub2.

an10

  1. Saat ada pilihan untuk memformat partisi boot, pilih TIDAK. Jika pilih ya, maka partisi Windows kita akan diformat sehingga Windows beserta file-file di direktori C: akan hilang semuanya.

an11

  1. Saat ada pilihan untuk install system directory as read-write pilih ya saja.

an12

  1. Tunggu proses installasi Android. Proses ini hanya sebentar, tidak selama seperti proses installasi Linux atau Windows karena file-file installasi Android hanya sekitar 300an MB (tidak seperti Linux atau Windows yang x GB).

an13

  1. Setelah proses selesai langsung Reboot saja. Tepat saat layar laptop mati cabut flashdisk, atau bisa juga atur Boot Priority BIOSnya dengan hardisk paling atas.

an14

  1. Saat boot dari hardisk akan muncul tampilan Grub Android (Android paling atas, Windows paling bawah). Pilih Android.

an15

  1. Akan muncul tampilan layar hitam dengan tulisan android. Setelah itu akan muncul tampilan Android Lollipop, setting bahasa yang digunakan dan lakukan konfigurasi yang lain sampai selesai.

an16     an17     an18     an19

Setelah selesai menginstall Android x86 Lollipop, salah satu hal yang mungkin membingungkan teman-teman adalah bagaimana cara shutdown-nya. Salah satu caranya adalah melalui Terminal Emulator.

Ketikan "su" lalu enter untuk mendapatkan akses root.

Kemudian "poweroff" dan enter lagi.

 

Tambahan:

Android x-86 menggunakan arsitektur x86, sedangkan Android yang biasa terpasang pada smartphone dan tablet menggunakan arsitektur ARM. Oleh karena itu aplikasi yang ada di playstore kebanyakan untuk arsitektur ARM. Untuk dapat menggunakannya di Android x86 kita harus menambahkan pustaka ARM. Jika tidak ditambahkan, aplikasi-aplikasi yang kita install akan selalu forced close.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *